Hipertensi Sistolik Terisolasi, Darah Tinggi yang Menyerang Orang Tua • Hello Sehat

Hipertensi Sistolik Terisolasi, Darah Tinggi yang Menyerang Orang Tua • Hello Sehat

10
0
loading...

Meski tekanan darah Anda selama ini selalu normal, bukan berarti Anda bisa lengah. Seiring dengan bertambahnya usia, maka kemungkinan Anda mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi akan semakin besar. Walau pada usia 55 tahun tekanan darah Anda masih normal, namun sebenarnya kemungkinan Anda mengalami hipertensi adalah sebesar 0%. Oleh karena itu, semakin lanjut usia Anda, ada baiknya jika Anda semakin sering mengontrol tekanan darah Anda. Apalagi, terdapat satu jenis hipertensi yang kerap dijumpai pada sebagian besar lansia yaitu isolated systolic hypertension atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hipertensi sistolik terisolasi.

Apa yang sebenarnya diukur saat memeriksa tekanan darah?

Pada saat dokter mengukur tekanan darah Anda, dokter akan mendapatkan dua angka. Yang pertama adalah “angka atas” yang menunjukkan tekanan darah sistolik, dan yang kedua merupakan “angka bawah” alias tekanan darah diastolik Anda.

Sebagai contoh, jika tekanan darah Anda 0/80 mmHg, maka tekanan darah sistolik Anda adalah sebesar 120mmHg, dan tekanan darah diastolik Anda adalah 80mmHg. Tekanan sistolik adalah tekanan puncak pada saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan terendah saat fase istirahat, yaitu saat darah mengisi jantung.

Apa itu hipertensi sistolik terisolasi?

Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik yang terukur biasanya meningkat (lebih dari 140mmHg), sementara tekanan diastoliknya berada di bawah 90mmHg. Hipertensi jenis ini biasanya sering terjadi pada orang tua, terutama lansia wanita. Bahkan, sebagian besar populasi di atas usia 60 yang mengalami hipertensi mengalami hipertensi sistolik terisolasi.

Perbedaan atau selisih tekanan sistolik dan diastolik yang jauh pada orang tua menggambarkan kekakuan dari aorta atau pembuluh darah besar di sekitar jantung akibat proses atherosklerosis atau penumpukan lemak pada pembuluh darah. Kekakuan ini menyebabkan ‘tampungan’ yang kurang mencukupi saat darah mengisi jantung, sehingga tekanan darah diastolik pada lansia akan cenderung rendah.

Loading...

Tekanan darah sistolik yang lebih dari 140mmHg merupakan faktor risiko yang besar untuk terjadinya penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung. Selain itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan kerusakan organ-organ penting dalam tubuh seperti ginjal, otak, jantung, dan mata.

Bagaimana cara mengatasinya jika Anda sudah telanjur mengidap hipertensi ini?

Jika Anda mengalami hipertensi sistolik terisolasi, maka dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan anemia dan kondisi medis lain. Selain itu, dokter Anda juga mungkin akan mengevaluasi faktor risiko yang Anda miliki untuk mengalami penyakit jantung, seperti mengukur indeks massa tubuh Anda, memeriksa kadar kolesterol, dan memeriksa tanda-tanda kerusakan organ seperti mata atau ginjal.

Langkah penting yang perlu Anda ambil adalah mengubah pola hidup Anda. Ini merupakan kunci dari pencegahan dan pengobatan hipertensi. Mengubah pola hidup berarti menurunkan kelebihan berat badan, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, mengurangi konsumsi garam, dan meningkatkan konsumsi makan sehat seperti sayur dan buah-buahan. Anda juga dapat menerapkan diet DASH untuk mendapatkan penurunan tekanan darah yang optimal.

Selain mengubah pola hidup, Anda juga harus meminum obat yang diberikan oleh dokter secara teratur. Terdapat berbagai jenis obat hipertensi, dan dokter Anda akan memilihkan yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Penting bagi Anda untuk mengonsumsi obat secara teratur agar tekanan darah Anda tetap terjaga. Target tekanan darah yang diinginkan pada semua penderita tekanan darah tinggi adalah kurang dari 140/90mmHg, terkecuali bagi penderita berusia 60 tahun atau lebih tanpa adanya diabetes atau gangguan ginjal, maka target tekanan darahnya adalah kurang dari 150/90mmHg. Oleh karena itu, Anda juga perlu memeriksakan diri Anda ke dokter secara berkala untuk mengetahui apakah pengobatan yang saat ini Anda jalani sudah tepat atau masih membutuhkan penyesuaian lebih lanjut.

loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY